Kan Kucintakan Engkau dengan Kekasihku 

"...cintailah lelaki ini melebihi cintamu padaku. Dan aku berusaha mencintainya melebihi cintaku padamu.."


***

Inginku mengajak anda memperkenalkan seorang laki-laki yang didamba surga. Dialah laki-laki yang ditinggalkan orang tuanya semenjak balita. Dialah lelaki padang pasir yang memiliki keistimewaan dan kesempurnaan yang sulit kutorehkan dengan kata-kata. Namun begitu, kuusahakan untaian kata-kataku ini mewakili ucapan-ucapan mereka yang pernah melihatnya, bersamanya dalam suka dan duka, mendengar tutur katanya sekaligus menyaksikan sosoknya yang begitu berbekas dalam jiwa.

Duh, tak sabar lagi pena ini menari untuk kawan dan memang untuk kawanlah kupersembahkan tentangnya..


>>Binar Indah Matanya

Lebar dan hitam kedua matanya nan berkelopak panjang. Bulu matanya amat letik menawan. Alisnya melengkung rapi bak bulan sabit dan bersambung.

>>Tampan Wajahnya nan Rupawan

Sekiranya lelaki ini hidup saat ini maka para wanita akan tergila-gila dengan elok rupanya. Mereka akan terpesona. Bagaimana tidak, kawan?? Wajahnya begitu tampan, cerah nian seolah-olah di mukanya lah lintasan peredaran mentari. Manis pula dipandang. Ketika ia bergembira maka bercahayalah rona wajahnya nan mempesona. Rekan-rekannya mengibaratkan wajah lelaki itu dengan potongan rembulan saat purnama menjelang yang mengikis gelapnya malam.

Subhanallah, sungguh elok rupanya bak terbitnya mentari di ufuk timur. Ketika lelaki itu marah, mukanya akan memerah seakan-akan ada biji buah delima.

Duhai kawanku, kerabatku, saudaraku, saudariku…

aku tidaklah mengada-ada bertutur karena begitulah rekan-rekannya berucap.

Salah satu rekannya berkata : ”jika aku melihatnya seakan-akan aku melihat matahari yang sedang terbit.”

Kawannya yang lain bertutur: ”apabila dia bergembira, wajahnya bercahaya sehingga terlihat seperti potongan rembulan.

Wanita muda yang menjadi salah satu belahan jiwanya pernah berkata: ”jika aku melihat keringat yang ada (menetes) di wajahnya, ia (begitu) bersinar bagai kilat yang melintas.”

Pernah suatu ketika ada orang yang melihatnya di suatu malam yang cerah kemudian orang tersebut berkata sambil tertegun: ”aku memandangnya, kemudian kupandang rembulan, dia memakai baju merah, ternyata dia lebih indah dari rembulan.”

Subhanallah kawan.. tidakkah engkau jatuh hati??


>>Keringatnya pun Harum Semerbak

Memang demikian adanya. Keringatnya yang membasahi tubuhnya begitu wangi mengalahkan harumnya wewangian. Orang-orang akan mengetahui bahwa dia melewati suatu jalan karena harum tubuhnya yang tersiar.

Seorang temannya berkata: ”(butiran-butiran) keringatnya merupakan minyak wangi yang paling harum"

Rekan wanitanya berucap pula: ”keringatnya lebih harum dari minyak wangi"

Rekan yang lain bertutur: ”aku pernah menggapai tangannya kemudian kuletakkan diwajahku, ternyata tangannya lebih sejuk dari embun dan aromanya lebih wangi dari misik.”


>>Mereka Begitu Cinta dengan Sosoknya

Kawanku yang kucinta.

orang-orang yang bergaul dengannya begitu mencintainya sampai pada batas hayam (tergila-gila). Mereka mencintainya karena kesempurnaannya yang menjadi idaman dan sosoknya yang menenteramkan jiwa bagi yang memandang. Mereka mati-matian untuk mengerumuninya dan mengagungkannya.

Lihatlah kawan, mereka mampu menceritakan secara detail tentang lelaki itu. Tentang putih kulitnya, renggang gigi depannya, wajahnya yang seputih pedang yang tajam, tulang persendiannya yang besar, indah nan serasi betisnya, lembut nan halus bulu dadanya dan hal-hal lainnya yang menggambarkan secara utuh sosok lelaki itu. Itulah salah satu tanda cinta mereka yaitu mengetahui segalanya tentang figur yang dicinta..


>>Nyawapun Mereka Pertaruhkan untuk Lelaki Itu

Tidakkah engkau tau bahwa nyawapun mereka taruhkan demi lelaki itu?? Marilah sejenak bersamaku melihat buktinya..

Ada dua anak kecil yang sangat mencintai lelaki itu. Ketika keduanya mendengar kabar kepastian bahwa lelaki itu dicela maka keduanya bertekad membunuh si pencela.. iya kawan, membunuh si pencela.
Anak kecil pertama berkata dengan penuh ketegasan dan jiwa kesatria :

”. . .demi Allah jika aku bertemu dengannya (si pencela), niscaya aku dan dia (si pencela) tidak akan berpisah sampai salah satu diantara kami terbunuh.”



Anak kedua pun berkata demikian. Kemudian ketika keduanya bertemu dengan si pencela lelaki itu, segera pedang-pedang terhunus dan larut dalam pertarungan, merekapun berhasil membunuh si pencela.

Subhanallah, alangkah besarnya kekuatan cinta yang tertancap dalam sanubari kedua anak itu. Cinta mampu menghunus tajamnya pedang hingga mengalirkan darah di kancah peperangan.

>>Tahukah Kawan Siapakah Lelaki Itu??

Dialah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang begitu sempurna perawakannya, yang begitu cinta kepada kita sebagai umatnya, yang tak ingin umatnya terjerumus dalam kubangan neraka, yang telah mengajarkan kita agama Tuhannya, yang dinantikan surga, yang menjadi teladan seluruh umat hingga akhir zaman, yang, yang, yang, yang,….

Duhai kawan dimanakah cinta kita teruntuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dibanding pesona cinta beliau kepada kita??

Dimanakah cinta kita teruntuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dibanding gelora cinta para sahabat teruntuk beliau??

Cobalah kita tengok gelora cinta dua anak kecil dari kaum anshar yang kututurkan diatas. Keduanya bertaruh nyawa untuk membunuh Abu Jahl yang telah mencaci Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kekuatan cintanya mampu mengeluarkan pedang dari sarungnya hingga berhenti setelah darah tertumpah. Bagaimana dengan kita???? Jangan biarkan cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertepuk sebelah tangan, kawan..


***

sekian, semoga bermanfaat..

PENULIS: FACHRIAN ALMER AKIERA

(Yani Fachriansyah Muhammad As-samawiy)

MURAJA'AH : M. ABDUH TUASIKAL

_.Jum’at sore kala mendung menyelimuti kota mataram, Lombok._


catatan penulis:

Para sahabat yang kukutip ucapannya di atas yang menceritakan gambaran fisik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Ali bin Abi Thalib, Jabir bin Samurah, ar-Rabi binti Mu’adz, ummul mukminin Aisyah, Ka’ab bin Malik, sahabat Anas, dll.
Ide tulisan diatas berkenaan dengan materi khutbah jum’at yang begitu mengharukan di Islamic Centre Mataram dengan tema Mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Sumber tulisan:

1. Kitab ar-Rahiq al-Makhtum (edisi terjemahan) karya syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri

2. Majalah al-Furqon..

[[ copas dari http://remajaislam.com/islam-dasar/kisah-teladan/67-kan-kucintakan-engkau-dengan-lelaki-penuh-pesona-itu.html. .
Artikel www.remajaislam.com ]]

 Duhai Kanda, Jadilah Surga Di Taman Hatiku

Ku persembahkan untuk (calon) Pendampingku yang hanif..


Bismillaahirrahmaanirrahiim



Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh,



Duhai Kanda...

Kupersembahkansebuah ayat dalam Al-Qur'an yang selalu kubaca disetiap kartu undanganyang selalu melayangkan pikiranku akhir-akhir ini. Hingga detik ini,aku senantiasa bertanya kapan namaku tercantum pada sebuah kartuundangan pernikahan? Siapa pula nama yang mengiringi namaku pada kartuundangan tersebut dalam rangka mitsaqan-ghalizha (perjanjian yangsangat berat) itu?

"Dan diantara tanda-tanda(kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu darijenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya danDia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yangdemikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagikaum yang berpikir." (QS. Ar-Ruum : 21)

Tiada kata yangdapat kuucapkan atas karunia Allah Ta'ala hingga pada waktu yang tepatnanti aku akan menikah dengan orang pilihan Allah Ta'ala yang telahditetapkan-Nya dalam kitab Lauh Mahfudz, kecuali syukur alhamdulillahuntuk-Nya. Nikmat dan anugerah ini sungguh begitu agung. Sesungguhnya,sudah aku jalani "proses" dengan laki-laki lain, tapi ternyata Allahtakdirkan engkau masih tersembunyi dibalik kuasa-Nya.

Menanti dengan ikhtiar dan doa yang penuh kesabaran tuk menghadirkanmu dalamhidupku merupakan anugerah dalam hidupku diantara anugerah-anugerahlain yang Allah Ta'ala berikan kepadaku. Diberi-Nya aku kesempatanuntuk lebih memperbaiki diri sebagai Muslimah hingga aku layak untukkau jemput kelak sebagai bidadarimu.

Subhanallaah! Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..





Duhai Kanda..

Apakahyang saat ini sedang engkau lakukan? Semogalah engkau adalah seorangikhwan (laki-laki) yang sedang bersemangat mendekatkan diri kepadaAllah Ta'ala dengan bertaubat dari dosa-dosamu. Kembali kepada fitrahmusebagai manusia yang bejiwa hanif, memperbaiki diri detik demi detiksebagai bekal meninggalkan kampung penuh penipuan dan bersiap-siapmenuju kampung kekekalan.

Hingga pada saat kita dipertemukan oleh-Nya ( di tempat dan waktu yang tepat,





Kanda...

Padasaatnya nanti, jika Allah Ta'ala sudah berkehendak untuk mempersatukanhati kita, maka tak lagi kupermasalahkan maharmu yang dengan penuhkerelaan kau berikan kepadaku. Tidak kita hiraukan lagi bujuk rayusetan akan materi. Hingga engkau dapat memenuhi perintah Allah Ta'alayang berfirman :

"Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan" (QS. An-Nisaa : 4)

Niatsuci kita untuk menuju pernikahan yang barakah meluluh lantahkan hatikuuntuk menerima mahar darimu apa adanya, bahkan aku akan mempermudahengkau dalam masalah ini, hingga aku yakin bahwa insyaAllah aku bisamenjadi orang yang tersebut dalam sabda Rasulullaah Shallallaahu'alaihiwa Sallam :

"Wanita yang paling banyak mendapatkan berkah adalah yang paling ringan maharnya"

Danakhirnya kita berdua makin yakin, bahwa pernikahan kita akan sesuaisyari'at, sebagaimana Uqbah bin Amir radhiyallaahu'anhu berkata,Rosulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam bersabda :

"Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah"





Duhai Kanda...

Kemudian,HALAL-nya kita untuk saling mencintai karena Alloh Ta'ala. Seketika,penantian kita yang lama itu, akan membebaskan syahwat2 yang selama inikita pendam, bersamaan dengan meleburnya dosa-dosa kita lewat genggamanjari jemari kita.

kita akan semakin mengenal satu samalain, cinta makin subur ditaman hati masing-masing Pujian demi pujianyang mengekalkan cinta kita mulai bersemi indah. Karenanya ya kanda..Kelak, malam-malam yang indah itu akan engkau hiasi denganmembangunkanku disepertiga malam terakhir dengan lembut dengan atautanpa percikan air diwajahku. Kau ajak aku shalat malam bersamamudengan alunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang memporak-porandakan tamanhatiku, meluluhlantahkan jiwaku dan menghanyutkan aku akan kecintaankupada Allah Ta'ala. Subhanallaah!

Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..





Duhai Kanda..

Kuharapengkau adalah laki-laki penyabar dan dapat menghadapi kondisiemosionalku sebagai istri. Saat aku marah, saat aku salah, engkaumeluruskanku dengan cara yang sangat baik dan lembut. Karena kutahu,engkau senantiasa ingin beribadah dengan ikhlas dan ittiba' (mengikuti)Rasulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam.

Dan saat engkaumarah, sementara aku ikut terbawa emosi, maka engkau mengajakku untukberlindung kepada Allah Ta'ala, berwudhu, dan shalat dua rakaat.Apabila kita sedang berdiri, maka kita duduk, apabila kita sedangduduk, maka kita berbaring, atau salah satu dari kita akan mencium,merangkul dan menyatakan alasan kita. Apabila salah satu diantara kitaberbuat salah, maka kita akan saling memaafkan karena mengharapkanwajah Allah Ta'ala semata. (Fiqhut Ta'amul bainaz Zaujani)

Lantaskita mengunci rapat-rapat setiap pintu perselisihan dan tidakmenceritakannya kepada orang lain. Saling instropeksi, menyadarikesalahan masing-masing dan saling memaafkan serta memohon kepada AllahTa'ala agar senantiasa disatukan-Nya hati kita, dimudahkan urusan dalamKETAATAN KEPADA-NYA, dan diberikan kedamaian dalam rumah tangga kita.

"Betapa indahnya menjadi bunga ditaman hatimu..."





Duhai Kanda...

Engkaumemberiku makan apabila engkau makan, Engkau memberiku pakaian apabilaengkau berpakaian, Engkau tidak akan memukul wajahku, Engkau tidak akanmenjelek-jelekkan diriku, dan Engkau tidak akan meninggalkankumelainkan didalam rumah (yakni tidak berpisah tempat tidur melainkandidalam rumah)

Dengan keimanan dan ketaqwaanmu, engkautidak pernah berputus asa dalam mencari rizki. Berikhtiar danbertawakkal (menggantungkan harapan) hanya kepada Allah Ta'ala,sebagaimana perintah Rasulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam :





Kanda...,

Dinda memilihmu karena agama yang ada pada dirimu. Aku memilihmu karena akutahu bahwa engkau akan senantiasa menjagaku dan anak-anakku kelak dariapi Neraka. Kau ajarkan aku untuk taat dan bertakwa kepada Allah 'Azzawa Jalla

Sungguh, betapa engkau telah membawaku teringatdan bergetar saat engkau menasehatiku sambil membawakan firman AllahTa'ala : Hingga cita-citaku dan keinginanku tuk menjadi BUNGA DITAMANHATIMU sebagaimana Khadijah Radhiyallaahu'anha menemani RasulullaahShallallahu'alaihi wa Sallam sepanjang hidupnya dapat aku amalkanperlahan-lahan dengan bimbinganmu.

Kelak akan engkauajarkan pula aku untuk senantiasa berbakti kepada Orang Tua kita untukmenggapai ridha Allah Ta'ala. Birrul walidain (berbakti kepada orangtua)





Kanda...,

Betapa akuakan sangat taat kepadamu dengan segala ketaatan dan ketakwaanmu kepadaAllah Ta'ala dan ketaatanmu kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi waSallam. Hingga andaikata Allah Ta'ala tidak melarangku untuk bersujudkepada selain-Nya, maka engkaulah tempatku untuk bersujud memohonSurga... Temanilah diriku sampai matiku nanti, dampingi aku dalammelaksanakan amanah rumah tanggaku. Sesungguhnya, sebagai kepalakeluarga engkau akan ditanya dihadapan Allah Azza wa Jalla tentangpertanggungjawabanmu atas diriku sebagai istrimu. Juga anak-anak danrumah tangga sebagai beban di pundakmu.

Sungguh begituindah memilikimu dalam mitsaqan gholizha ini kelak... maka bagaimana akutidak akan memperhatikanmu, sementara engkau adalah surga dan nerakaku,





Duhai Kanda.... Karenanya... "JADILAH SURGA DITAMAN HATIKU...

"Semoga Allah Ta'ala segera mempertemukan kita dan senantiasamempermudah urusan kita dalam mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangatberat) kelak.


amin ya RABB..

Gemuruh Nakalnya Cinta di Langit Hati

"..Lihatlah dan engkau pun pasti pernah atau bahkan sedang merasakan nakalnya cinta. Ia mengetuk pintu air mata. Jadilah mata berkaca dan tetesan bening pun berlinang menyusurupi pipi. Pun, tak ada tangan lembut yang menyeka.."



***



Kembali pena ini hadirkan tentang cinta karena ia menyusup dalam kehidupan tanpa meminta dan dipinta. Cinta memberikan warna dalam kanvas kehidupan walaupun manusia belum memahami makna kehidupan itu sendiri. Cinta memberi bekas dalam hidup. Kadang bekas itu berupa luka maupun dentuman bahagia. Tanpa sadar harus dan telah memilih, manusia bisa menjadi digdaya atau bahkan gila karena cinta. Maka, bukankah hanya kepada Pemilik dan Penganugerah Cinta lah kita pasrahkan jiwa??





>>Kenakalan Cinta. . .



Cinta itu nakal. Lincah, pula. Dibuatnya bayi menangis, menjerit dan berteriak hanya untuk menggapai susu sang ibu.



Cinta itu nakal. Lihatlah disana. Betapa banyak anak gadis tersihir rayuan gombal cinta dari lelaki. Betapa banyak anak lelaki ingusan harus berlagak pahlawan di depan wanita yang dicinta. Ia harus tersulap dan bertopeng menjadi laki-laki bijaksana nan arif. Penampilan pun berubah baik dari pakaian, parfum dan gaya berjalan hanya untuk sekedar menepati janji pertemuan dengan si dia.



Sungguh nakal cinta itu. Lihatlah si kaya memiskinkan diri agar meraih kenikmatan sesaat dengan kekasih hati yang tak sah secara syar’i. Lihatlah pula si miskin, ia mengkayakan dirinya agar terlihat “wah” di depan sang pujaan. Para wanita pun dibuat nakal oleh cinta. Jadilah mereka tak bermalu. Jadilah mereka begitu mudah terayu. Jadilah mereka diobral. Secara sadar atau tidak, mereka mengatasnamakan cinta sejati. Mereka rela berkorban segalanya demi pria yang dikasihi.



Nakalnya cinta. Atas namanya lah seorang muda-mudi berzina. Mereka robohkan keimanan dan kehormatan diri.



Aiiiiiiiiiiih..



Karena kenakalan cinta, seorang suami kerap kali berbohong menutupi jati dirinya karena khawatir isterinya akan kecewa. Kekecewaan sang isteri adalah rasa sakit yang menyesakkan dadanya. Maka tak usah kaget ketika sang isteri baru tahu belakangan sang suami adalah koruptor..



Bisa jadi sang suami yang begitu baik, santun dan penuh kasih itu ternyata seorang berdarah dingin yang bisa membunuh ratusan orang dengan kesadisannya.



Demi kebahagiaan sang anak, atas nama cintalah orang tua harus bermaksiat kepada Allah. Jadilah ayah seorang pencuri. Jadilah ia pemakan riba. Jadilah ia pendusta. Jadilah ia menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal.



Aduhai. .



Nakalnya cinta. Ia hadir dan bereaksi dalam jiwa dan membuat letupan-letupan makna yang kerap mengejutkan. Dan jiwa pun tak sadar kapan ia bergemuruh di langit hati. .



Terlalu banyak manusia yang menjadi korban kenakalan cinta. Bertumpuk-tumpuk novel-novel picisan menglamorkan kisah para korban cinta itu dalam adegan-adegan heroik. Padahal siapaun tahu kalau adegan tersebut adalah kecelakaan yang menonjok jiwa sekaligus menumbuhkan dosa.



“dijadikanlah indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga)..”[1]





>>Mendayung Hati di Telaga Cinta Sejati. .



Adalah Allah azza wajalla telah selipkan teori mengakali cinta dalam lengkap, agung dan paripurnanya ajaran islam sebagai risalah langit. Hanya islam lah yang mampu jelmakan cinta menjadi anugerah. Hanya islamlah yang mampu menempatkan cinta pada rel yang sebenarnya.



Untukmu saudaraku,



Untukmu saudariku,



Sekiranya cinta tidak ditundukkan dan di akali maka ia lah yang akan mengakali jiwa yang menjadi tempatnya ber-inang. Setelah itu, ia akan mendikte pikiran. Ia akan membodohi diri. Lalu ia akan menghentakkan anggota badan untuk memperagakan kemaksiatan. Tak lah bisa selanjutnya dibedakan hitam dan putih sehingga menubruk dosa yang mengkaratkan hati.





Menundukkan cinta sama lah artinya dengan membangun ketundukan dengan penuh kepatuhan dan penyerahan diri terhadap Sang Penganugerah cinta itu sendiri. Dialah Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahiem.



Dialah yang menciptakan langit tanpa tiang penyangga. Dialah Allah yang menjadikan malam bertabur gemerlapnya bintang dan memoles langit malam dengan kemuning rembulan. Dialah Allah yang menerbitkan mentari di ufuk timur lalu disambut kicauan burung-burung. Beberapa waktu kemudian datanglah hangatnya waktu dhuha seiring keringnya embun di dedaunan.



Dialah Allah yang membenamkan mentari dengan warna mewah memerah. Telah tiba saatnya hewan-hewan kembali ke sarangya. Telah tiba saatnya adzan berkumandang.

Dialah Allah yang mentakdirkan kemarau datang bertandang. Setelah itu datang lah musim hujan. Allah lah yang menyiramkan air ke bagian permukaan bumi yang Dia kehendaki. Basah lah bumi itu. Dialah Allah yang menguncupkan dedaunan muda dan menghijau sejuk dipandang.



Dialah Allah yang mengabulkan seluruh do’a hambanya. Dia anugerahkan dan membagikan rizki. Dialah Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang melebihi kasih sayang seorang ibu yang bercucur mata karena begitu cinta kepada sang anak.



Dialah yang menjadikan surga dan kenikmatannya teruntuk orang-orang yang bertauhid dengan benar. Pula Dia sediakan neraka dan adzabnya bagi kaum yang ingkar lagi kufur.



Allah lah pula yang menurunkkan agama yang mulia melalui malaikat yang mulia dengan kitab yang paling mulia kepada seorang manusia yang paling mulia. Dialah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sangat cinta kepada umatnya. Amat menginginkan kita masuk surga dan terhindar dari adzab neraka. Dialah lelaki yang selalu mencintai dan selalu dicintai.



Maka dari itu, Allah dan Rasul-Nya lah menjadi muaranya cinta. . .





>>Ada Allah Tempat Adukan Rasa. .



Ibarat koin, cinta itu bermuka dua. Ia bisa mendatangkan bahagia dan pula penghias jiwa. Namun di sisi yang lain, ia bisa guncangkan derita. Kerapkali jiwa dibuatnya merana. Kerap kali ia goreskan luka. Terlalu sering diundangnya duka di hati. Jadilah hati berkarat dosa nan menanggung derita.



Lihatlah dan engkau pun pasti pernah atau bahkan sedang merasakan nakalnya cinta. Ia mengetuk pintu air mata. Jadilah mata berkaca dan tetesan bening pun berlinang menyusurupi pipi. Pun, tak ada tangan lembut yang menyeka.



Namun begitu, ada Allah tempat mengadu. Para pendahulu baik para nabi dan orang-orang shalih pun mengadukan kepada Allah terhadap peliknya masalah yang mereka hadapi. Mengadu yang bukan menggugat namun menumpahkan rasa dan menyemburatkan do’a penuh harap.



Adalah Yusuf ‘alaihissalam mengadukan rasa kepada Allah ketika dia harus digoda seorang wanita cantik dalam ruangan yang tertutup di istana raja. Nakalnya cinta tengah bereaksi hebat. Dan dengan keteguhan imannya, Yusuf ‘alaihissalam pun diselamatkan Allah dari maksiat yang menggoda hati dan menggelorakan nafsu. .



Subahanallah, Dialah yang menolong hamba-Nya. Dan memang kepada-Nya lah meminta pertolongan.





“iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’ien.”

“hanya kepada-Mu lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu lah kami pinta pertolongan”[2]





>>Saatnya Mengakali Nakalnya Cinta. . .



Telah tiba saatnya seorang balita harus berhenti diberikan ASI. Namun ketika ia masih ketagihan, seorang ibu harus mengakalinya. Entah harus memolesi jejamuan pahit di [maaf] puting susu atau dengan cara lain agar sang balita sedikit “kapok”.



Begitulah cinta. Harus pula diakali dan disiasati agar tak menguasai dinasti hati..

Kecintaan berlebih terhadap makanan dan minuman harus diakali dengan puasa sehingga tak rakus lagi mengejar nikmat perut semaunya.



Kecintaan berlebih terhadap syahwat akan menggelorakan nafsu. Diakalilah ia dengan menikah atau puasa bujang (shaumul ‘uzzab) bagi yang belum mampu berumah tangga. Lalu melunaklah nafsu yang bergejolak sehingga ia tak berlagak dan merusak. Tak terceburlah diri dalam dosa.





>>Senarai Harapan. .



Tetaplah berada pada kesadaran bahwa cinta itu sebagai penghias jiwa, bukan menguasai jiwa. Jadikanlah cinta itu indah sesuai dengan ketentuan agama yang mulia. Oleh karena itu, memahami islam dengan benar adalah kunci utamanya. Pelajari lah tauhid agar memebersihkan karat-karat hati.

Jadikanlah cinta sebagai alat memburu kebahagiaan hakiki. Hiasilah hati dengan cinta sejati yaitu cinta yang dikelola agar benar-benar bermuara dan berlabuh syahdu di dermaga cinta-Nya. Maka cinta lain akan tunduk dan mendahului kecintaan kepada Allah.





“pokok-pokok iman yang paling kuat adalah mencintai karena allah dan membenci karena Allah.” [3]



Tak usahlah bersikap jumawa untuk tidak berdo’a dan meminta pertolongan kepada Allah dalam berbagai masalah. Hanya dengan pertolongan Allah lah terselamatkan dari jerat-jerat cinta.



Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Ibnu Abbas:





“sekiranya engkau hendak pinta pertolongan, pintalah kepada Allah..” [4]

Akhirnyaaaa…



Cintailah siapapun, cintailah apapun selama cinta itu bermakna dan berguna untuk kehidupan dunia maupun kelak dihari kebangkitan. . .



Wallahu a’lam. Subahanaka allahumma wa bihamdika asyhadu alla ila hailla anta astaghfiruka wa atuubu ilaika. .

Footnotes:

[1]. QS. Al-Imran: 14



[2]. QS. Al-Fatihah: 5



[3]. HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir, No. 11537; Ibnu Syaibah dalam Al-Iman, hlm. 110, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, No. 1728



[4]. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi IV : 667, oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak III : 623, Al-Haitsami dalam Majma’uz Zawa-id VII : 189 dan Ahmad dalam Musnad-nya I : 293.

 Rasa terima kasih & syukur ditengah siksaan

 Bismillahirahmaanirrahiim,
Assalamualaikum wr wb

========================================

Sepulang dari sholat tarawih berjamaah, Aku menemukan sebuah catatan miris seorang anak di secarik kertas yang tergulung di teras mesjid. Tulisan yang sangat menyayat hatiku dan menjatuhkan air mataku bertubi-tubi, seperti ini isinya :



Beberapa waktu lagi takbir-takbir indah akan dikumandangkan, seruan-seruan kemenangan akan menggema. Idul Fitri akan dirayakan…






Namun,


Air mata ini menetes tak tertahan..

Tak ada lagi dada bidang sang papa yang akan kupeluk erat,

Tak ada lagi tangan hangat yang akan kucium dengan sejuta kata maaf,



Oh papa… adakah disana kau baik-baik saja???




Aku berterimakasih padamu papa karena pada saat kau menyiksa kami bertubi-tubi, secara tak sengaja kau mendekatkanku dengan Tuhan,




Aku berterimakasih padamu papa karena pada saat kau melukai tubuh ibuku berkali-kali secara tak sengaja kau mengajariku untuk sangat mememon pertolongan dan lindungan kepada Tuhan,




Aku berterimakasih padamu papa karena pada saat kau tendang dada adikku sampai memar,pada saat kau rendam tangannya dengan air mendidih sampai melepuh, secara tak sengaja kau menanamkan rasa kasih sayangku kepada saudaraku yang begitu erat dan kuat,






Aku berterimakasih padamu papa karena pada saat kau sulut tangan adikku dengan api dan kau pukul kepalanya dengan palu, secara tak sengaja kau telah mengajarkanku cara berbagi kesakitan dan kesusahan,






Aku berterimakasih padamu papa pada saat kau mengancam dan mendendam, disaat itulah secara tak sengaja kau telah mengajarkanku untuk menjadi pemberani dan memaafkan,






Aku berterimakasih padamu papa pada saat kau melemparkan caci maki dan hinaan ketika aku bersujud dengan Tuhanku, secara tak sengaja kau telah membuatku kuat dalam keimanan dan ketaqwaan,






Papa, prilaku kasarmu adalah cambuk bagiku untuk lebih dekat dengan Tuhan, mungkin jika kau baik-baik saja aku tak akan merasakan kedekatan itu, mungkin jika kau begitu memanjakanku aku lupa dengan Tuhanku, mungkin jika kau tak menyiksaku, ibu dan adik-adikku, kami akan tak tau cara berdoa dan memohon pertolongan kepada Tuhan, kami tak tau cara berkasih sayang dan memaafkan…




Syukurku padamu Tuhan..karena pada saat kau hidupkan beliau dengan siksaan dan kesakitan serta keperihan hidup, aku dan adik-adikku menjadi lebih dekat dan lebih erat,






Syukurku padamu Tuhan..karena pada saat kau mengambilnya dengan tenang kami telah matang dalam keiklasan, kesabaran dan kedekatan denganMu…






Hari ini aku bahagia dalam tangis, doaku tertuju padamu Papa, agar disana kau bahagia dan mulia karena anak-anakmu telah matang dalam keikhlasan, kesabaran, kedekatan dengan Tuhan…




Hari ini aku mengantarkan doa dan syukur padaMu Tuhan.. karena kedekatan kita yang begitu hangat kurasakan…


 

Renungan: jika saat ini orang tua dan keluarga kita sangat akrab dan dekat maka bersyukurlah...bersyukurlah...

masih ada tangan yang akan kau cium dengan kata-kata maaf, masih ada sosok yang kau peluk hangat dengan kasih sayang, maka bersyukurlah...bersyukurlah.... karena diluar sana masih banyak orang yang hidup dengan kezaliman. cobaan dan ujian yang begitu berat.

Sihir Aku dengan Pesona Kata-katamu

Ku biarkan goresan penaku kali ini menyenandungkan suara hati seorang wanita. Telusurilah untaian kalimatnya dan tentu saja kuharapkan terpetik setetes embun penyejuk. . .

***

Kuracik kata-kataku ini teruntuk kalian sebagai seorang suami yang mendambakan sejuknya surga di beranda rumah. Begitu pula untuk kalian sebagai laki-laki yang sedang menyiapkan atau akan menuju jenjang pernikahan. Atau bahkan teruntuk kalian yang telah lama mengayuh biduk rumah tangga dan ingin kembali membangun puing-puing cinta yang sempat terkoyak. Semoga Allah ‘azza wajalla memudahkan segala urusan kita.





>>Inilah Kami Dalam Surga Minimu



Engkau pasti tau bahwa kami adalah wanita yang selalu bertugas mengurus rumah tangga, menyiapkan makanan, mencuci piring dan pakaian dan seabrek kegiatan lainnya. Kami adalah perhiasan dunia bagimu dan sebaik-baik perhiasan itu adalah kami yang berusaha menjadi sholehah lalu istiqomah diatas agama ini.



Kami pula adalah ibu bagi anak-anakmu. Kami berusaha menjadi sekolah sehingga mampu mendidik mereka menjadi punggawa-punggawa bermanhaj nubuwwah yang akan menyebarkan agama Allah. Kami laksana samudera kasih sayang yang tiada bertepi sehingga mereka menjadi tangguh menyusuri terjalnya kehidupan..





>>Ijinkan Kami Sedikit Mengeluh



Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam didatangi para wanita guna mengeluhkan sikap suami mereka yang suka memukul. Mendengar hal itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam langsung berdiri dan mengatakan, ”aku telah didatangi istri-istri yang mengeluhkan perangai suami mereka yang suka memukul. Aku ingatkan (para suami), jangan sembarangan memukul istri kalian…”. (HR. Abu Dawud).



Wahai para suami, lihatlah para shahabiyah mengeluhkan suami mereka. Mengeluh yang bersifat konstruktif yaitu dengan niat memperbaiki dan membina namun bukan mengeluh dengan kata-kata cacian apalagi penuh kepasrahan. Sebab itu maka melalui tutur ini, ijinkan kami mengeluh dengan penuh cinta..





>>Sihir Kami Dengan Pesona Kata-katamu



Ketahuilah bahwa setiap wanita dari segala tingkatan umur sangat membutuhkan ungkapan lembut yang dapat menyentuh gejolak emosinya dan tabiat kewanitaannya. Kami juga membutuhkan sebuah pengakuan perasaan bahwa diri kami memiliki nilai dalam kehidupanmu, memiliki tempat khusus di hati dan perasaanmu sebagai suami.



Karena itu sihirlah kami dengan kata-kata cintamu. Ungkapkanlah dengan penuh senyum tulus. Janganlah engkau pendam perasaan itu. Jadilah engkau suami yang romantis yang mampu membuat kami berkhayal menjadi permaisuri raja di permukaan bumi.



Cobalah engkau pandang mata kami, diamlah beberapa detik sambil tetap menatap hitam bolanya.. lalu ungkapkanlah:





“aku mencintaimu duhai istriku.”

“aku begitu bahagia kala Allah menjadikanmu sebagai belahan jiwaku”.

“engkau begitu istimewa bagiku”

“aku rindu dengan masakanmu”

“sayang, kenapa engkau mampu membuatku terpikat?”





selanjutnya engkau akan meilhat kami begitu berbeda. Tatapan kami akan tertahan untuk waktu yang lebih lama dari biasanya. Ada semacam keengganan untuk memalingkannya. Biasanya diikuti dengan mata yang berbinar dan pupilnya membesar. Alisnya sedikit terangkat. Kami akan tersenyum namun terkadang disertai dengan malu-malu. Lebih jelasnya terjadi perubahan otot-otot disekitar bibir lalu sedikit terbuka.





Atau tulislah ungkapan tersebut pada secarik kertas, lalu taruhlah di atas meja makan, diatas bantal atau ditempat lain. Apalagi menyertakan bunga..





Duhai suami



Cobalah engkau saksikan mereka yang pacaran namun sudah mampu menjadi pujangga bagi wanita yang tak sah menjadi pasangannya. Mereka mampu membius para gadis dengan ungkapan gombal yang dibumbuhi omong kosong belaka.



Namun engkau??? Engkau lebih berhak dari mereka karena engkau adalah pasangan kami di dunia dan akherat yang dirajut diatas untaian tali pernikahan yang sah.



Tahukah engkau bahwa kami akan merasa bahagia ketika mendengar ungkapan cinta yang dapat menggetarkan relung jiwa meski usia kami telah lanjut dan pernikahan telah lama terajut??? Kata-kata yang menyentuh gejolak hati akan dapat mewujudkan kebahagiaan rumah tangga sepasang merpati. Sebagian rumah tangga yang sepi dari ungkapan tersebut akan dilanda kehancuran dan menjadikan istana rumah tangga berada di tepi jurang kehancuran jikalau kami tidak memiliki agama atau memiliki agama yang tidak kuat…



Baiklah, kami tunggu ungkapan itu….





*****



Catatan penulis:



Akhirnya selesai juga yg walaupun nulisnya dalam keadaan lapeer.. disini aku memposisikan diri sebagai istri yang berusaha memekarkan kembali pernikahannya.. knp harus bgitu??? Jujur, tulisanku diatas sbenarnya juga adalah nasehat untukku sbg laki-laki yang belum menikah. Bukankah kita sbg laki2 jg harus belajar menyelami perasaan seorang wanita….(so sweet)



Apa ini fiksi atau non fiksi???
Terlepas dari itu, tulisan diatas mewakili salah satu problematika rumah tangga yang ada disekitar kita yang kutuliskan dengan gaya bahasa tuturku. Tentu saja tetep mengambil statement-statement dalam beberapa buku.



Kenapa dibilang “teruntuk sepasang merpati”?? bukankah dalam tulisan itu hanya ungkapan seorang istri saja (sepihak)???

Iya bener.. itu adalah ungkapan dari seorang istri saja. Namun secara implisit, aku berharap kepada para istri (maupun calon istri) setelah membaca tulisanku agar belajar untuk mengungkapkan keinginan dengan cara yang enak terdengar (bukan dengan kata-kata kasar) shingga memotivasi para suami.. bkn bgitu????



Sumber tulisan :



1. Nikah Tanpa Masalah.. oleh Dr. Samihah Mahmud Gharib

2. Membaca Pikiran Lewat Bahasa Tubuh. Oleh Diana Eka Putra

3. Tulisanku yang berjudul "syahdunya jiwa kala berburu ilmu di taman surga"



Baiklah kawan.. selamat tersihir

Cinta saja belum cukup

Assalamu'alaikum wr wb

Kali ini saya ingin berbg artikel bgi yg tlah berumah tangga smoga bermanfaat


Cinta...Nama lain dari keteguhan hati,
Tuk selalu saling mempercayai.
Demi sebuah pelayaran yang diretas,
Menuju pulau kebahagiaan tanpa batas.




Jikalau teringat saat cinta kita telah diterima oleh si Dia. Ah, betapa gembiranya momen itu. Dunia ini seakan milik berdua, yang lainnya nge-kos. Bulan, mentari dan bintang seakan turut tersenyum bahagia kepada kita. Musim bulan madu berlalu. Biduk rumah tangga yang kita bina bersamanya mulai diterjang ombak prahara. Pelbagai suka duka, pahit manis diarungi bersama. Kata orang, semakin tinggi pokok yang kita panjat, semakin kuat pula angin yang menggoyang. Maksudnya, semakin tinggi puncak kehidupan ini kita daki, maka semakin banyak dan hebat ujian yang menggugah hati.

Cinta saja tidak akan mampu mempertahankan keharmonian rumah tangga. Pernikahan memang dimulakan oleh cinta, tetapi cinta disempurnakan oleh tanggung jawab. Cinta itu satu rasa yang bertunjangkan perasaan. Perasaan tanpa kekuatan jiwa dan kematangan berfikir akan goyah apabila mendapat ujian. “Perasaan” adalah hamba yang baik, tetapi tuan yang sangat buruk. Oleh karenanya, jikalau ingin selamat, pastikan perasaan “bekerja” untuk kita, bukan sebaliknya.

Akan tiba masanya, sesuatu yang kita lihat indah dahulu akan tidak indah lagi. Jikalau kita hanya bergantung kepada perasaan, cinta kita akan terinfeksi. Pada saat itu cinta memerlukan tanggung jawab, dan tanggung jawab menuntut suatu kepercayaan. Ketika cinta mulai goyah di di atas ombak kehidupan, tanggung jawab akan datang sebagai sekoci dengan peranan yang lebih berkesan.

Cinta memang hebat, tetapi ia tidak dapat menandingi tanggung jawab. Cinta yang hebat ialah cinta yang ditunjangi tangung jawab. Cinta itu untuk memberi bukan untuk menerima. Lafadz, “aku terima nikah...” oleh kita yang ikhwan, lalu bukan berarti kita layak menerima tetapi sebaliknya untuk memberi. Kita memikul tanggung jawab untuk memberi nafkah lahir-batin, kasih sayang, perhatian, pembelaan, didikan dan segalanya...

Pun begitu bagi kita yang akhwat, penerimaan kita sebagai pasangan hidup sang Ikhwan bukan berarti untuk kita menerima tetapi untuk memberi –memberi kesetiaan, kepatuhan, pembelaan dan seluruh jiwa raga kita untuknya. Kita telah membuat suatu janji yang paling suci dan tinggi dalam hidup kita, bukan untuk sesaat tetapi untuk selama-lamanya. Bukan hanya ketika rambutnya hitam tersisir rapi, tetapi hingga rambutnya putih dan mungkin tidak tumbuh-tumbuh lagi!

Itu baru ujian fisik. Belum lagi ujian batin yang berbentuk cemburu, jemu, marah, curiga dan lain-lain “virus” yang sejenis.
“Aku mencintainya, tetapi aku curiga apakah dia setia padaku?”
“Tergodakah dia bila di belakangku?”
Itulah contoh dialog hati yang merasuk bila ada cinta tetapi kurang ada percaya. Fobia dan trauma ini sering melanda bahtera rumah tangga. Ia akan menyebabkan hilangnya kebahagiaan, dan akhirnya berakhir pada perceraian.

Dan itulah sebagian besar fenomena masa kini, pasangan suami istri jarang sekali yang saling percaya atau hanya salah satu pihak yang percaya. Bukan karena tidak ada cinta, tetapi karena 'percaya' telah direduksi oleh 'curiga', 'rindu' telah berganti 'cemburu', hari-hari yang 'indah' berlalu menjadi hari-hari yang 'gelisah'. Fakta terkini menunjukkan, penceraian banyak terjadi bukan saja pada pasangan yang sudah kehilangan cinta, tetapi pada pasangan yang terlalu cinta.

Tidak adanya sifat percaya pada seseorang disebabkan dua faktor. Pertama, kita belum benar-benar mengenalinya. Kedua, karena kita telah benar-benar mengenalinya. Jikalau disebabkan faktor yang pertama, jalan terbaik ialah kenalilah pasangan kita dengan lebih mendalam. Berkenalan kali pertama dahulu (awal-awal pernikahan) adalah untuk menumbuhkan bibit-bibit cinta. Tetapi perkenalan kali kedua, ketiga dan seterusnya (yakni setelah usia pernikahan meningkat) adalah untuk menyuburkan bibit-bibit percaya. Adalah salah jikalau kita beranggapan yang kita telah kenal belahan jiwa kita dan terus menghentikan proses perkenalan. Sedangkan proses perkenalan dalam rumah tangga adalah “on going (berterusan) sifatnya.

Kita harus terus saling percaya walau apa pun yang terjadi, karena kita sadar bahwa kita nikah dengan manusia bukan dengan malaikat. Kita mengingatkan bila dia terlupa dan membantunya sewaktu dia ingat. Kepercayaan itu akan melahirkan tanggung jawab, dan tanggung jawab adalah oksigen cinta. Oksigen itulah yang akan memberi stamina kepada cinta untuk terus abadi dari dunia hingga ke syurga.

Jika antum wa antumna bertanya bagaimana memupuk kepercayaan? Jawabnya, kembalilah kepada pondasi kepercayaan. Apa lagi jikalau bukan Rukun Iman? Binalah semua jenis percaya di atas enam kepercayaan itu. Jikalau kita percaya kepada Allah, dan sama-sama berpegang kepada kehendak-Nya, maka kita akan saling mempercayai antara satu sama lain. Percayalah kepercayaan kepada Allah itu adalah pangkal yang mengikat kepercayaan sesama manusia. Pangkal yang mempertautkan segala kebaikan. Ya, kepercayaan kita kepada Allah akan menyebabkan pasangan kita mempercayai kita.

“Ah, suamiku jauh. Tetapi aku percaya padanya. Dia adalah mukmin yang teguh pada nilai-nilai agama.”
“Aduh lamanya kita berpisah. Namun istriku, iman akan menjaga mu…”

Bila hancur sebuah cinta berarti hancurlah satu kepercayaan. Bila hancur kepercayaan berarti hancurlah iman. Sobat Mutiara Hati yang dimuiakan Allah, sekali lagi kutegaskan inilah oksigen cinta. Dan bagi kita yang masih belum mengenal cinta (antara lelaki dengan wanita), burulah sesuatu yang lebih utama daripada "dicintai" yaitu "dipercayai"! Bukankah nabi Muhammad saw itu lebih dahulu mendapat gelar ”Al Amin” (dipercayai) sebelum dicintai kaumnya, dan sebelum menemui srikandi cintanya Sayyidah Khadijah ra?

Wassalamu'alaikum...

 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...