kelanatinta

Saudaraku, hari ini kau memang belum bisa bertemu dengan-Nya, sehingga kau hanya bisa berharap untuk menjumpai-Nya kelak dalam suasana gembira. Namun ingatlah, bahwasanya orang yang akan bergembira di saat berjumpa dengan-Nya adalah orang yang tunduk dan patuh kepada perintah dan larangan-Nya. Orang-orang yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan, bukan hawa nafsu, pangkat, ataupun harta...

Hari ini, harapan itu masih terbuka lebar di hadapanmu. Selama nyawa masih belum sampai ke tenggorokan. Sebelum datangnya hari penyesalan, ketika kematian mengalami kematian.

Rasulullah s.a.w bersabda, “Akan didatangkan kematian dalam bentuk seekor domba putih kehitam-hitaman. Lalu ada yang berseru, ‘Wahai penduduk surga’ maka mereka pun mendongakkan kepala seraya memandanginya. Lalu ditanyakan kepada mereka, ‘Apakah kalian mengenalinya?’. Maka mereka menjawab, ‘Iya. Ini adalah kematian.’ Dan mereka semua pun telah melihatnya. Lalu diserukan lagi, ‘Wahai penduduk neraka.’ maka mereka pun mendongakkan kepalanya seraya memandanginya. Lalu ditanyakan, ‘Apakah kalian mengenalinya?’. Mereka menjawab, ‘Iya. Ini adalah kematian’. Dan mereka semua pun telah ikut melihatnya. Kemudian domba (kematian) pun disembelih, dan dikatakan, ‘Wahai penduduk surga, kekallah. Tiada lagi kematian’, ‘Wahai penduduk neraka, kekallah. Tiada lagi kematian.’ Kemudian Nabi membaca ayat -yang artinya-, ‘Dan berikanlah peringatan kepada mereka akan hari penyesalan ketika keputusan itu sudah ditetapkan sementara mereka tenggelam dalam kelalaian.’ dan mereka memang berada dalam kelalaian; yaitu para pemuja dunia, ‘dan mereka pun tidak beriman’.” (HR. Bukhari dalam Kitab Tafsir al-Qur’an, lihat Shahih Bukhari, hal. 990)

Kalau engkau jujur ingin berjumpa Rabbmu, maka marilah kita laksanakan perintah-Nya (yang artinya),

“Maka barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, lakukanlah amal salih dan janganlah mempersekutukan sesuatu apapun dalam beribadah kepada Rabbnya.” (QS. al-Kahfi: 110). Inilah jalan yang akan membawa hamba-hamba Allah menuju kebahagiaan dan kesuksesan yang sejati; mengikuti Sunnah/ajaran Nabi dan memurnikan tauhid di dalam diri. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal salih bagi mereka itu surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Itulah keberuntungan yang sangat besar…” (QS. al-Buruj: 11).

Harapan masih terbuka lebar…, bekali diri dengan keyakinan, sabar, dan tawakal. Karena orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab adalah orang-orang yang bertawakal hanya kepada Rabb mereka, semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan mereka, amin yaa Rabbal ‘alamin.
Labels: , edit post
Reactions: 
1 Response
  1. Ibnbakr Says:

    Ya..
    dont quit,it will become a habit..
    selepas berusaha adalah bertawakal,bukan berputus asa..


Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...