kelanatinta

Assalamualaikum sahabat...
Anna nk kongsikan tentang mesej yang
ana pernah terbaca di suatu blog...
ia menyebabkan Anna
terasa nak post dalam blog ni..
umur ku makin hampir mati!

umur 20-an...
Pada umur ini,
Al-Fateh telah pun
memerintah dunia Islam dan
telah membuka Kostantinopel.
Pada umur ini,
Imam Syafie dan Hanafi telah lamamemberi fatwa kepada ummat.
Pada umur ini, Usamah pula telah menjadi Panglima tentera Islam
yang banyak membuka kota-kota untuk dakwah.


kita menoleh kebelakang, bermuhasabah
dengan umur yang telah berlalu...
untuk bersedia dengan umur,
ruang dan masa yang berbaki.
Semoga masa yang
berbaki ini mampu kita tenangkan
hati ibu yangmengandung dan melahirkan kita.
Berkhidmatdan ihsan kepada ibu yang
semakin dimamah usia itu.
Mampu juga menyejukkan seorang ayah.
Semoga kita adalah aset berharga sebagai
anak yang soleh untuknya....
ameen ya Rabb..

p/s: Anna nak ucapkan syukran jazilan kepada semua sahabat yang telah wish besday pada Anna...ketahilah..Anna sangat2 menghargainya...semoga kita semua terus memanfaatkan UMUR kita untukNYA...insyaAllah...^_^
kelanatinta

Post kali ini..Anna dedikasikan khas buat adik Yana..
adik Yana akan berhadapan dengan Final Exam next week...
Anna nak wish 'Best of Luck"!!
buat yang terbaik ya sayang...
akak percaya adik Yana boleh lakukannya...^_^
..Semoga dipermudahkan segala urusanmu ya..
..Allah sentiasa bersamamu..
..Doa akak ada sokmo untukmu..

SELAMAT MENGHADAPI FINAL EXAM!!
-annabadi-
Labels: 2 comments | Links to this post edit post
Reactions: 
kelanatinta



Wahai sahabatku...
Hayatilah...
Labels: , 1 comments | Links to this post edit post
Reactions: 
kelanatinta

Ya Ukhti Hikmah...

Dunia hari ini tidaklah keterlaluan jika ia disifatkan sebagai dunia yang liar atau asing. Liar dan asing kerana ia tampak begitu berjaya mengasingkan rasa kasih dan cinta kepada al-Khaliq dari benak hati manusia hingga tidak lagi gemar berjinak-jinak dengan Allah SWT.

Akhirnya, segala bentuk cinta dunia yang bersifat sementara pantas mengambil alih takhta di hati manusia. Sehingga cinta palsu menyumbang kepada segala kejahatan dan kerosakan di muka bumi.

Dalam mengingatkan kita mengenai fenomena ini, Sheikh Abu Madyan r.a ada menyatakan yang bermaksud:

“Barang siapa yang sibuk dengan tuntutannya terhadap dunia, nescaya dibalakan dengan kehinaan di dalamnya”. (Lata’if al Minan fi Syarh Hikam Abi Madyan).

Maka di antara bentuk kehinaan itu ialah dipalingkan hati dari merasakan dirinya mendapat bahagian cinta dari Allah SWT dan menyebabkan hilangnya rasa baik sangka terhadap-Nya.

Namun, sejauh manapun manusia itu memalingkan hatinya dari mengingati Pencipta-Nya, tetap jua Pencipta itu mencurahkan belas rahmat, ihsan dan kasih-Nya yang tidak berbelah bahagi. Walaupun pada setiap saat dan waktu hamba-hamba-Nya berterusan melakukan maksiat dan mengingkari suruhan-Nya.

Hal ini, menunjukkan kehebatan dan kebesaran kasih dan cinta Allah SWT terhadap kita.

Walau demikian, sehebat manapun cahaya cinta Ilahi di sekeliling kita, ia tidak akan menyinari kehidupan mereka yang buta mata hatinya. Inilah yang menjadikan jiwa insan kosong dan sunyi walaupun dikelilingi harta kemewahan, anak-pinak dan sahabat handai.

Situasi ini menjadikan dirinya berasa terbeban menunaikan pentaklifan syarak lantaran jiwanya yang kosong dari nikmat bermesra dan bermunajat ke hadrat Allah SWT. Situasi malang ini mungkin turut melanda para agamawan jika sentuhan manhaj atau madrasah cinta Ilahi ini tidak mereka temukan dan terapkan dalam perjalanan mereka.

Di antara kunci menemukan sentuhan cinta Ilahi adalah dengan kita bertafakur tentang pelbagai hakikat keluasan cinta-Nya itu. Sesungguhnya seluas mana pun rasa cinta dan kasih yang dipersembahkan oleh makhluk kepada al-Khaliq tidak sedikit pun mampu menyaingi setitis kasih Allah terhadap hamba-Nya.

Di antara tanda cinta Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya juga, Dia sentiasa membuka pintu keampunan-Nya kepada mereka yang melampaui batas dan menzalimi diri sendiri dengan melakukan dosa dan maksiat.

Malah, Allah SWT melarang para hamba-Nya berputus asa dari rahmat dan kasih sayang-Nya walau sebesar mana pun dosa dan maksiat yang mereka lakukan.

Allah SWT berfirman yang bermaksud:

Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas (melakukan dosa), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah… (al-Zumar: 53)

Allah SWT dengan sifat Pengasih dan Penyayang-Nya membuka seluas-luasnya pintu keampunan buat mereka dengan pelbagai jalan. Di antara jalannya adalah memperbanyakkan amal kebajikan kerana ia adalah penghapus kejahatan.

Selain itu, memperbanyakkan istighfar memohon keampunan kepada-Nya sebagaimana dalam maksud sebuah hadis qudsi: “Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian melakukan kesalahan (dosa) pada waktu malam dan siang, sedangkan Aku mengampunkan dosa keseluruhannya, maka pohonlah keampunan daripada-Ku, nescaya Aku akan mengampunkan kalian”.

Memperbanyakkan istighfar dan taubat juga adalah tanda seorang mukmin yang benar dan sempurna dalam keimanannya. Oleh kerana itulah, sekalipun Baginda SAW terpelihara daripada melakukan dosa dan maksiat, Baginda melazimi istighfar dengan jumlah yang banyak setiap hari.

Ya Ukhti Hikmah...

Memburu cinta Allah juga bererti memburu cinta para kekasih Allah yang boleh menyampaikan kita kepada Allah. Apabila kita dihimpunkan bersama para kekasih Allah SWT yang benar-benar mendapat pandangan khusus dan inayah-Nya, pada saat itulah segala kalam bicara, tindak-tanduk dan seruan kita menjadi cerminan bagi sunnah Penghulu Segala Rasul, Sayyiduna Muhammad SAW.

Semoga kita semua benar-benar dapat mengecapi nikmat cinta Ilahi. Cinta Tuhan Yang Maha Tinggi, yang menyifatkan sifat cinta, kasih dan rahmat pada diri-Nya melalui firman-Nya yang bermaksud:

Dialah Tuhan Yang telah menurunkan hujan setelah mereka (manusia) berputus asa dan Dia sentiasa menyebarkan rahmat-Nya serta Dialah Tuhan yang mengurniakan pertolongan dan Tuhan Yang Maha Terpuji. (asy-Syura: 28).

‘Ya Allah, izinkan aku untuk mencintai-Mu melebihi segala yang ada di dunia ini. Izinkan aku mencintai orang yang mencintai-Mu. Izinkan aku mencintai segala perkara yang dapat menjuruskan aku untuk mencintai-Mu… Kaifa ad’uka wa ana ana, ya Wadud. Wa kaifa aqta’i raja’i minka wa Anta Anta ya Rahman. Amin Ya Rabb’

Wallahu a’lam.

kelanatinta

Saudaraku, hari ini kau memang belum bisa bertemu dengan-Nya, sehingga kau hanya bisa berharap untuk menjumpai-Nya kelak dalam suasana gembira. Namun ingatlah, bahwasanya orang yang akan bergembira di saat berjumpa dengan-Nya adalah orang yang tunduk dan patuh kepada perintah dan larangan-Nya. Orang-orang yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan, bukan hawa nafsu, pangkat, ataupun harta...

Hari ini, harapan itu masih terbuka lebar di hadapanmu. Selama nyawa masih belum sampai ke tenggorokan. Sebelum datangnya hari penyesalan, ketika kematian mengalami kematian.

Rasulullah s.a.w bersabda, “Akan didatangkan kematian dalam bentuk seekor domba putih kehitam-hitaman. Lalu ada yang berseru, ‘Wahai penduduk surga’ maka mereka pun mendongakkan kepala seraya memandanginya. Lalu ditanyakan kepada mereka, ‘Apakah kalian mengenalinya?’. Maka mereka menjawab, ‘Iya. Ini adalah kematian.’ Dan mereka semua pun telah melihatnya. Lalu diserukan lagi, ‘Wahai penduduk neraka.’ maka mereka pun mendongakkan kepalanya seraya memandanginya. Lalu ditanyakan, ‘Apakah kalian mengenalinya?’. Mereka menjawab, ‘Iya. Ini adalah kematian’. Dan mereka semua pun telah ikut melihatnya. Kemudian domba (kematian) pun disembelih, dan dikatakan, ‘Wahai penduduk surga, kekallah. Tiada lagi kematian’, ‘Wahai penduduk neraka, kekallah. Tiada lagi kematian.’ Kemudian Nabi membaca ayat -yang artinya-, ‘Dan berikanlah peringatan kepada mereka akan hari penyesalan ketika keputusan itu sudah ditetapkan sementara mereka tenggelam dalam kelalaian.’ dan mereka memang berada dalam kelalaian; yaitu para pemuja dunia, ‘dan mereka pun tidak beriman’.” (HR. Bukhari dalam Kitab Tafsir al-Qur’an, lihat Shahih Bukhari, hal. 990)

Kalau engkau jujur ingin berjumpa Rabbmu, maka marilah kita laksanakan perintah-Nya (yang artinya),

“Maka barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, lakukanlah amal salih dan janganlah mempersekutukan sesuatu apapun dalam beribadah kepada Rabbnya.” (QS. al-Kahfi: 110). Inilah jalan yang akan membawa hamba-hamba Allah menuju kebahagiaan dan kesuksesan yang sejati; mengikuti Sunnah/ajaran Nabi dan memurnikan tauhid di dalam diri. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal salih bagi mereka itu surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Itulah keberuntungan yang sangat besar…” (QS. al-Buruj: 11).

Harapan masih terbuka lebar…, bekali diri dengan keyakinan, sabar, dan tawakal. Karena orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab adalah orang-orang yang bertawakal hanya kepada Rabb mereka, semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan mereka, amin yaa Rabbal ‘alamin.
kelanatinta

Ada banyak cara untuk menggapai hati yang istiqamah ini. Di antaranya:

Pertama, meletakkan cinta kepada Allah SWT di atas segala-galanya. Ini adalah persoalan yang tidak mudah dan butuh perjuangan keras. Karena, dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami benturan antara kepentingan Allah dan kepentingan makhluk, entah itu kepentingan orang tua, guru, teman, saudara, atau yang lainnya. Apabila dalam kenyataanya kita lebih mendahulukan kepentingan makhluk, maka itu pertanda bahwa kita belum meletakkan cinta Allah di atas segala-galanya.

Padahal, Allah SWT telah menegaskan bahwa siapa yang lebih mencintai sesuatu selain Allah, maka ia justru akan tersiksa dengan rasa cintanya itu. Siapa yang takut karena selain Allah, maka ia justru akan dikuasai oleh rasa takutnya itu. Siapa yang sibuk dengan selain Allah, maka ia akan mengalami kebosonan dan siapa yang mendahulukan yang lain daripada Allah, maka ia tidak akan mendapatkan keberkahan dari-Nya.

Kedua
, membesarkan perintah dan larangan Allah. Membesarkan perintah dan larangan Allah harus dimulai dari membesarkan dan mengagungkan pemilik perintah dan larangan tersebut, yaitu Allah SWT. Allah SWT berfirman yang artinya, “Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah.” Ulama dalam menafsirkan ayat ini mengatakan, “Mengapa kalian tidak takut akan kebesaran Allah.”

Membesarkan perintah Allah di antaranya adalah dengan menjaga waktu salat, melakukannya dengan khusyu, memeriksa rukun dan kesempurnaannya serta melakukannya secara berjamaah.

Ketiga, senantiasa berzikir kepada Allah. Zikir adalah wasiat Allah kepada hamba-hamba-Nya dan wasiat Rasulullah kepada ummatnya. Dalam sebuah hadis qudsi Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku akan mengingat-Nya dalam diri-Ku. Dan barang siapa yang mengingat-Ku dalam kesibukan, maka Aku akan mengingat-Nya dalam kesibukan yang lebih baik darinya.” (HR Bukhari).

Keempat, Mempelajari kisah orang-orang saleh terdahulu. Hal ini diharapkan agar kita bisa mengambil pelajaran dari mereka. Bagaimana kesabaran mereka ketika menghadapi ujian yang berat, kejujuran mereka dalam bersikap, dan keteguhan mereka dalam mempertahankan keimanan.

Kelima, senantiasa berpikir tentang kebesaran ciptaan Allah. Allah SWT memiliki ciptaan yang indah dan besar. Dengan memikirkan ciptaannya diharapkan bisa menyadari betapa besar kekuasaan Allah terhadap ciptaan-Nya itu. Allah SWT berfirman, “Wahai manusia, telah diberikan kepada kalian beberapa permisalan, maka dengarkanlah (perhatikanlah) permisalan itu. Sesungguhnya orang-orang yang engkau seru selain Allah, mereka tidak akan mampu untuk menciptakan lalat, meskipun untuk melakukannya itu mereka berkumpul bersamaï"

p/s:semoga kita semua dapat mencapai HATI yang ISTIQAMAH dalam meraih CINTA ALLAH..insyaALLAH..kita BUAT dan BUKTIKAN...(~_^)v
kelanatinta

Hati adalah sumber kebaikan dan keburukan seseorang. Bila hati penuh dengan ketaatan kepada Allah, maka perilaku seseorang akan penuh dengan kebaikan. Sebaliknya, bila hati penuh dengan syahwat dan hawa nafsu, maka yang akan muncul dalam perilaku adalah keburukan dan kemaksiatan.

Ibnul Qoyyim al-Jauziyah berkata, “Apabila hati seseorang itu lengah dari dzikir kepada Allah, maka setan dengan serta merta akan masuk ke dalam hati seseorang dan mempengaruhinya untuk berbuat keburukan. Masuknya setan ke dalam hati yang lengah ini, bahkan lebih cepat daripada masuknya angin ke dalam sebuah ruangan.”

Imam al-Qurtubi berkata, “Hati yang istiqamah adalah hati yang senantiasa lurus dalam ketaatan kepada Allah, baik berupa keyakinan, perkataan, maupun perbuatan.” Lebih lanjut beliau mengatakan, “Hati yang istiqamah adalah jalan menuju keberhasilan di dunia dan keselamatan dari azab akhirat. Hati yang istiqamah akan membuat seseorang dekat dengan kebaikan, rezekinya akan dilapangkan dan akan jauh dari hawa nafsu dan syahwat. Dengan hati yang istiqamah, maka malaikat akan turun untuk memberikan keteguhan dan keamanan serta ketenangan dari ketakutan terhadap adzab kubur. Hati yang istiqamah akan membuat amal diterima dan menghapus dosa.”

kelanatinta


"dalam Islam mendiamkan diri juga merupakan suatu
nasihat
daripada mengeluarkan kata-kata yang
boleh mengeruhkan
lagi suasana dalam keluarga itu."

Mood Diam...
ini mood Anna sekarang...dalam memikirkan banyak hal..
dalam memikirkan apa yang mereka katakan...
dalam meneliti kehidupan Anna sendiri...
"Apa yang Allah tak suka perlu dilihat...
Apa yang manusia tak suka perlu dikaji..."
salah satu langkah awal yang bagi Anna harus kita pelajari adalah
bagaimana menjadi seorang yang berkemampuan
di dalam menjaga dan memelihara lisan dengan
baik dan benar.
Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw,
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir
hendaklah berkata benar atau diam.",
hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari.

Diam dari perkataan dusta
Diam dari perkataan sia-sia
Diam dari komentar spontan dan kasar
Diam dari kata yang berlebihan
Diam dari keluh kesah
Diam dari niat riak dan ujub
Diam dari kata yang menyakiti
Diam dari berpura-pura tahu dan pintar....

ku harapkan...
Semoga juga Allah reda hingga keakhir hayat nanti,
saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan untuk menghantar
pemergian roh kita dengan sebaik-baik perkataan iaitu
kalimat tauhid "laa ilaha illallah" puncak perkataan
yang menghantarkan ke syurga.

Berikanku petunjukMu..agar diri tak tersasar dari jalanMU..Allahu Rabb..~,~




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...