kelanatinta

Hadis Qudsi: Allah swt berfirman: "Aku menurut sangkaan hamba kepada-Ku, dan Aku bersamanya apabila dia ingat kepada-Ku. Jika dia ingat kepada-Ku dan dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia ingat kepada-Ku dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil. (Sahih Bukhari)

Namun begitu, seperti yang ditegaskan sebelumnya, cinta Allah yang begitu agung dan suci, pasti ada tagihannya. Jalan mencintai Allah tidak semudah yang disangkakan. Sudah adat, setiap yang mahal, sukar mendapatkannya. Bandingannya seperti pasir dengan permata. Pasir, murah harganya... kerana ia boleh dicari di merata-rata. Sebaliknya, permata begitu tinggi nilainya, maka perlu menyelam ke dasar lautan untuk mendapatkannya.

Tidak ada kesukaran, tidak ada ganjaran. Begitulah jua dengan cinta Allah yang hakikatnya jauh lebih tinggi nilainya daripada intan atau permata. Justeru, pasti ada ‘harga' atau mahar yang mahal terpaksa dibayar untuk mendapatkannya.

Untuk mendapat cinta Allah kita perlu berkorban. Cinta dan pengorbanan sudah sinonim dan tidak sekali-kali dapat dipisahkan. Kita perlu membayar harga cinta itu dengan segala yang ada pada kita - masa, tenaga, harta bahkan nyawa. Namun apa yang lebih penting bukanlah masa, tenaga atau sesuatu yang berbentuk lahiriah. Itu cuma lambang sahaja. Yang lebih penting ialah hati di sebalik pengorbanan itu.

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya ALLAH tidak melihat gambaran lahir amalan kamu dan rupa kamu tapi ALLAH melihat hati kamu". Riwayat Muslim

Pengabdian kita kepada Tuhan adalah bukti cinta kepada-nya. Pepatah Arab mengatakan:
"Setiap orang menjadi hamba kepada apa yang dicintanya."

Maksudnya, pengabdian adalah umpama ‘hadiah' yang kita ingin berikan kepada Allah sebagai bukti cinta kita. Ia mesti didorong oleh hati yang bersih. Tidak dicemari riyak dan syirik. Maha suci Allah daripada dipersekutukan oleh hamba-Nya dengan sesuatu. Jika amal itu dicemari oleh kekotoran hati - riyak (syirik kecil), sifat menunjuk-nunjuk, syirik besar - mempersekutukan Allah) maka amalan itu tidak bernilai walaupun ia seluas lautan atau setinggi gunung.

Namun, walau sesukar mana sekalipun kita berusaha menghampirkan diri kepada Allah, kita akan merasa mudah jika Allah sendiri memberi bantuan-Nya. Jika Allah sudah permudahkan, walaupun seberat mana sekalipun, kita akan mampu mengatasinya. Allah akan permudahkan kita dengan mengurniakan sifat sabar, istiqamah, syukur dan redha kepada-Nya. Lihatlah sejarah perjuangan para Rasul dan nabi serta sahabat-sahabat Rasulullah... kita akan tertanya-tanya mengapa mereka sanggup menderita, tersiksa bahkan terkorban nyawa untuk mendapat cinta Allah?

Hanya dengan mengaku lemah di hadapan Allah kita akan memperolehi kekuatan. Hanya dengan mengaku miskin di hadapan Allah kita akan dikayaka-Nya. Tegasnya, hanya dengan merasai segala sifat kehambaan barulah kita akan mendapat kekuatan, kemuliaan dan kelebihan dalam mengharungi hidup yang penuh cabaran ini.

Bila Allah telah hadiahkan kasih dan rindu-Nya kepada kita, kita akan merasa kebahagiaan dan ketenangan yang tiada taranya lagi. Dalam apa jua keadaan kita akan mendapat ketenagan. Susah, kita sabar. Senang, kita syukur. Kita bersalah, mudah meminta maaf. Jika orang meminta maaf, kita sedia dan rela pula memaafkan. Alangkah bahagianya punya keikhlasan hati yang sebegini?

Melalui apa yang diperkatakan di atas ini..dapat kita semua rasa dan fikir, CINTA dan RINDU itu hanya SELAYAKNYA untuk ALLAH S.W.T...tapi..kenapa sekarang ni semua itu sudah tiada lagi...cinta dan rindu kita lebih kepada manusia, atau sahabat kita? tidak pula ana nak katakan salah letakkan rindu dan cinta itu kepada manusia atau kata lainnya sahabat-sahabat kita sendiri...tapi kebanyakannya sekarang sehingga melampau..sehinggakan lebih rindu dan cinta kepada manusia daripada ALLAH...camana tu? Ayuh tetapkan semula iman kita..cari kembali kemana semuanya menghilang...ingatlah wahai sahabat-sahabat semua, CINTA dan RINDU pada DIA juga yang hakiki lagi TERTINGGI!!


Labels: edit post
Reactions: 
0 Responses

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...